
SEMARANG - WINGKO Semarang (Wolbachia Ing Kota Semarang) adalah program teknologi berbasis bukti yang di usung dari Kota Yogyakarta yang terbukti bisa menurunkan angka kejadian infeksi dengue sebesar 77%, dimana bakteri Wolbachia yang ada pada lalat buah di suntikan ke dalam telur nyamuk aedes aegypti dan bisa menekan replikasi virus dengue, zika dan chikungunya.
Di Kota Semarang terpilih oleh Kementrian Kesehatan Republik Indonesia menjadi salah satu kota menerapan program teknologi nyamuk aedes aegypti ber-wolbachia. Program ini di launching di kota semarang pada tanggal 31 Mei 2023 di Kecamatan Tembalang. Kemudian dilakukan perluasan di 3 Kecamatan selanjutnya, yaitu Kecamatan Banyumanik, Gunungpati dan Mijen. Dari ke 4 (empat) kecamatan tersebut sudah di lakukan penarikan ember. Di tahun 2024 Kota Semarang melakukan perluasan implementasi WINGKO Semarang yaitu di 37 Kelurahan yang menyebar di 12 Kecamatan.

Pada hari Senin, 19 Agustus 2024 dilakukan kegiatan Rilis Perdana di 9 Kelurahan yang ada di Kecamatan Semarang Tengah (Kelurahan Brumbungan dan Pendrikan Lor,

Kecamatan Semarang Selatan (Kelurahan Barusari dan Lamper Tengah),

dan Kecamatan Semarang Barat (Kelurahan Bojong salaman, Gisikdrono, Kembangarum, Krobokan dan Ngemplak Simongan).

Acara tersebut di hadiri oleh Lintas Program dan Lintas sektor terkait, diantarannya : Camat, Lurah, Kepala Puskesmas, Dinas Kesehatan, FKK, LPMK, Ketua PKK, Perwakilan Sekolah, Ketua RW, Kader Koordinator RW dan perwakilan OTA. Acara di lakukan di masing-masing wilayah dengan Ceremoni awal sampai dengan Simbolis penyerahan ember ke kader dan perwakilan OTA.

Sekitar 3.000 ember di lakukan penitipan secara serentak di masing-masing wilayah di rumah OTA masing-masing.