Sistem ini digunakan untuk menganalisis Potensial Dampak masalah kesehatan masyarakat di masa yang akan datang di wilayah kerja UPTD Puskesmas Padangsari, dengan menghitung keterpaparan dan kerentanan yang ada di masa sekarang ini dalam kurun waktu tertentu. Selain itu juga untuk menilai dampak kesehatan dengan menggunakan pendekatan praktis, sehubungan dengan kebijakan, program atau kegiatan yang telah dijalankan terhadap masyarakat di wilayah kerja UPTD Puskesmas Padangsari.
Sistem ini dikembangkan dengan harapan mampu membantu untuk memahami potensi hubungan faktor - faktor yang menentukan timbulnya masalah kesehatan. Hal ini diharapkan dapat digunakan untuk menentukan prioritas diantara resiko yang teridentifikasi. Sehingga dari hasil analisa ini akan menghasilkan rekomendasi atau upaya tindak lanjut dengan tujuan memaksimalkan dampak positif terhadap kesehatan masyarakat dan meminimalkan dampak negatif terhadap kesehatan.
Besarnya Potensial Dampak suatu masalah kesehatan dipengaruhi oleh Keterpaparan (Exposure) dan Kerentanan (Vulnerability). Tinggi rendahnya tingkat kerentanan (Vulnerability) ditentukan oleh sensitivitas dan kemampuan adaptasi. Hubungan antara kerentanan dan keterpaparan dalam menetapkan potensi dampak terlihat pada gambar berikut ini :

Keterpaparan (Exposure) didefinisikan sebagai “keberadaan orang, mata pencaharian, spesies atau ekosistem, fungsi lingkungan, jasa, dan sumber daya, infrastruktur, atau aset sosial atau budaya ekonomi di tempat dan pengaturan tertentu yang dapat terkena dampak buruk” (IPCC 2014, p.40). Contohnya : kepadatan penduduk, kepadatan infrastruktur, dll.
Kerentanan (Vulnerability) menggambarkan derajat, ukuran atau tingkat kemudahan terkena, atau ketidakmampuan untuk menghadapi dampak buruk suatu bahaya/bencana. Menghadapi disini didefinisikan sebagai upaya mencegah, meredam, mencapai kesiapan, dan menanggapi dampak dari bahaya/bencana alam tertentu.
Tingkat sensitivitas merupakan kondisi internal dari sistem yang menunjukkan tingkat kepekaannya terhadap gangguan. Contoh : tingkat kemiskinan, tingkat ketergantungan
(dependence ratio), status gizi, dll.
Tingkat kemampuan adaptif menunjukkan kemampuan dari suatu sistem untuk melakukan penyesuaian (adjust) terhadap perubahan sehingga potensial dampak negatif dapat
dikurangi dan dampak positif dapat dimaksimalkan atau dengan kata lain kemampuan untuk mengatasi konsekuensi dari perubahan (to cope with the consequences). Contoh : Aset Ekonomi (economy capital), besar pendapatan dan sumbernya, tingkat kemiskinan, perilaku hidup bersih dan sehat, kesehatan / sanitasi lingkungan, dll
Kategori Potensial Dampak ditetapkan dengan cara menghitung / menganalisis tingkat keterpaparan dan kerentanan sebagai berikut :

Tingkat Potensial Dampak dikategorikan sebagai berikut :

Beberapa bentuk Potensial Dampak Penyakit yang telah dianalisis oleh kami, berdasarkan data - data yang ada dalam kurun waktu tertentu, diantaranya adalah :
Untuk mengetahui lebih lanjut tentang Hasil Analisis Potensial Dampak, SOBAT PURI dapat meng-KLIK Link diatas.