BAB II KONSEP DASAR
…
33 pages
Sign up for access to the world's latest research
Abstract
Mioma Uteri adalah neoplasma jinak yang berasal dari otot uterus dan jaringan ikat sehingga disebut juga leiomioma, fibromioma, atau fibroid. (Mansjoer, 2001) Mioma uteri adalah tumor jinak otot rahim, disertai jaringan ikatnya. (www.
Related papers
Editor ahli : 1. Prof. Ir. Hermawan K.Dipojono, Ph.D (Guru besar Fisika ITB). 2. Qariah, M.Ag (dosen Agama Islam ITB) 20
Adsorpsi adalah fenomena fisik yang terjadi saat molekul -molekul gas atau cair dikontakkan dengan suatu permukaan padatan dan sebagian dari molekul -molekul tadi mengembun pada permukaan padata tersebut. Jika interaksi antara padatan dan molekul yang megembun tadi relative lemah, maka proses ini disebut adsorbs fisik. Walaupun adsorpsi biasanya dikaitkan dengan perpindahan dari suatu gas atau cairan ke suatu permukaan padatan, perpindahan dari suatu gas ke suatu permukaan cairan juga terjadi. Substansi yang terkonsentrasi pada permukaan didefinisikan sebagai adsorbat dan material pada mana adsorbat terakumulasi didefinisikan sebagai adsorben [3]. Untuk mengetahui karakteristik yang terjadi dalam proses adsorpsi dapat diilustrasikan dengan gambar 2.1 , padatan berpori yang menghisap (adsorp) dan melepaskan (desorp) suatu fluida disebut adsorben. Molekul fluida yang dihisap tetapi tidak terakumulasi/melekat kepermukaan adsorben disebut adsorptive, sedangkan yang terakumulasi/melekat disebut adsorbat [4]. Gambar 2.
Pada bab ini akan dijelaskan bahwa teknologi hanya merupakan salah satu dari empat elemen sistem informasi dalam organisasi. Untuk mengembangkan sistem informasi, maka kita perlu memahami prinsip, teknik, dan catatan untuk analisis sistem dan desain sehingga kita akhirnya dapat memahami bagaimana menganalisa keadaan bisnis yang secara logis menerapkan teknologi informasi untuk memenuhi kebutuhan perusahaan.
Secara konseptual ada dua batasan yang perlu dikemukakan di sini, yakni istilah "organization" sebagai kata benda dan "organizing" (pengorganisasian) sebagai kata kerja, menunjukkan pada rangkaian aktivitas yang harus dilakukan secara sistematis.
Pengendalian kualitas adalah suatu aktivitas (manajemen perusahaan) untuk menjaga dan mengarahkan kualitas produk perusahaan dapat dipertahankan sebagaimana yang telah direncanakan. Adapun pengertian pengendalian menurut para ahli adalah sebagai berikut : 1. Menurut Sofjan Assauri (1998:25), pengawasan mutu merupakan usaha untuk mempertahankan mutu atau kualitas barang yang dihasilkan, agar sesuai dengan spesifikasi produk yang telah ditetapkan berdasarkan kebijaksanaan pimpinan perusahaan. 2. Menurut Vincent Gasperz (2005:480), pengendalian kualitas adalah adalah teknik dan aktivitas operasional yang digunakan untuk memenuhi standar kualitas yang diharapkan. 3. Menurut Agus Ahyari (2000), pengendalian kualitas merupakan usaha preventif dan dilaksanakan sebelum kualitas produk mengalami kerusakan. 4. Menurut Armand V. Feigenbaum (1991:5), pengendalian kualitas adalah suatu sistem yang efektif untuk memadukan pengembangan kualitas dan usaha perbaikan kualitas dari kelompok-kelompok yang beragam dalam suatu organisasi sehingga memungkinkan pemasaran dan rekayasa produk dan jasa berada pada tingkat ekonomi yang paling baik dimana pada tingkat tersebut kepuasan ekonomi dapat terpenuhi. 5. Menurut Kauro Ishikawa (1992:50), yang dimaksud dengan pengendalian kualitas adalah metode untuk mengembangkan, mendesain, memproduksi, dan memberikan jasa produk yang paling ekonomis, paling berguna dan selalu memuaskan bagi konsumen. B. Pengendalian Kualitas Statistik Pengendalian kualitas statistik (statistical quaity control), disingkat SPC, adalah bagan visual untuk memberi gambaran proses yang sedang berjalan PENGENDALIAN KUALITAS STATISTIK KELOMPOK 3 LABORATORIUM STATISTIK DAN KUALITAS DEPARTEMEN TEKNIK INDUSTRI PENGENDALIAN KUALITAS STATISTIK KELOMPOK 3
LAPORAN PENDAHULUAN KELUARGA BERENCANA, 2017
Keluarga Berencana (KB) adalah salah satu usaha mencapai kesejahteraan dengan jalan memberikan nasehat perkawinan atau pengobatan kemandulan dan penjarangan kehamilan. Kontrasepsi adalah usaha-usaha untuk mencegah terjadinya kehamilan. Usaha-usaha itu dapat bersifat sementara, dapat juga bersifat permanen. Keluarga Berencana adalah suatu proses memilih kapan dan akan mempunyai anak (Kaplan,2002;46) Menurut WHO yang dikutip oleh Harianto (2004) adalah tindakan yang membantu individu atau pasangan suami istri untuk mendapatkan obyektif-obyektif tertentu, menghindari kelahiran yang tidak diinginkan, mendapatkan kelahiran yang memang diinginkan, mengatur interval diantara kehamilan, mengontrol waktu saat kelahiran dalam hubungan dengan umur suami istri serta menentukan jumlah anak dalam keluarga. Kontrasepsi atau antikonsepsi adalah cara untuk mencegah terjadinya konsepsi, alat atau obat-obatan (Mochtar, Rustam,1998;255) 1.2 Tujuan a) Mengatur interval kehamilan b) Mengontrol waktu saat kehmailan c) Mengontrol waktu saat kelahiran dalam hubungna d) Menentukan jumlah anak dalam keluarga 1.3 Syarat-syarat alat kontrasepsi a) Aman untuk digunakan b) Dapat diandalkan c) Sederhana d) Murah e) Dapat diterima orang banyak f) Pemakaian jangka lama 1.4 Faktor dalam memilih kontrasepsi a) Faktor pasangan, motivasi dan rehabilitasi Umur Gaya hidup
Statistik : status (Latin), staat (Belanda), statistic (Inggris) yang artinya " ukuran yang diperoleh atau berasal dari sampel ". 2. Secara Terminologi a. Statistik = data statistik, yaitu bahan keterangan yang berupa angka atau bilangan. b. Statistik = kegiatan statistik, yaitu pengumpulan data, penyajian data, dan penganalisisan data. B. Penggolongan Statistik Statistik sebagai ilmu pengetahuan dapat dibedakan menjadi dua golongan, yaitu : 1. Statistik Deskriptif (Descriptive Statistic) = Statistik Deduktif = Statistik Sederhana, yaitu statistik yang mengorganisasi dan menganalisis data angka, agar dapat memberikan gambaran sehingga dapat ditarik makna tertentu. 2. Statistik Inferensial (Inferensial Statistic) = Statistik Induktif = Statistik Lanjut = Statistik Mendalam, yaitu statistik yang menyediakan aturan atau cara yang dapat dipergunakan sebagai alat untuk menarik kesimpulan (conclution), pembuatan ramalan (prediction), dan penaksiran (estimation) dari sekumpulan data yang telah dan diolah.
Apendisitis adalah kondisi di mana infeksi terjadi di umbai cacing. Dalam kasus ringan dapat sembuh tanpa perawatan, tetapi banyak kasus memerlukan laparotomi dengan penyingkiran umbai cacing yang terinfeksi. Bila tidak terawat, angka kematian cukup tinggi, dikarenakan oleh peritonitis dan shock ketika umbai cacing yang terinfeksi hancur. (Anonim, Apendisitis, 2007) Appendiks adalah ujung seperti jari yang kecil panjangnya kira-kira 10 cm (4 inci), melekat pada sekum tepat dibawah katup ileosekal. Appendiks berisi makanan dan mengosongkan diri secara teratur kedalam sekum. Karena pengosongan tidak efektif, dan lumennya kecil, appendiks cenderung menjadi tersumbat dan terutama rentan terhadap infeksi (appendiksitis) (Smeltzer, 2001) Apendisitis adalah peradangan yang terjadi pada apendiks vermiformis, dan merupakan penyebab abdomen akut yang paling sering1. Apendiks disebut juga umbai cacing. Istilah usus buntu yang selama ini dikenal dan digunakan di masyarakat kurang tepat, karena yang merupakan usus buntu sebenarnya adalah sekum. Sampai saat ini belum diketahui secara pasti apa fungsi apendiks sebenarnya. Namun demikian, organ ini sering sekali menimbulkan masalah kesehatan (Sjamsuhidajat, R., Jong, W.D, 2005). B. ETIOLOGI Terjadinya apendisitis akut umumnya disebabkan oleh infeksi bakteri. Namun terdapat banyak sekali faktor pencetus terjadinya penyakit ini. Diantaranya obstruksi yang terjadi pada lumen apendiks. Obstruksi pada lumen apendiks ini biasanya disebabkan karena adanya timbunan tinja yang keras (fekalit), hipeplasia jaringan limfoid, penyakit cacing, parasit, benda asing dalam tubuh seperti biji – bijian. Seperti biji Lombok, biji jeruk dll, cancer primer dan Striktura lumen karena fibrosa akibat peradangan sebelumnya. Namun yang paling sering menyebabkan obstruksi lumen apendiks adalah fekalit dan hiperplasia jaringan limfoid (Mansjoer Arif et all, 2000) .

Loading Preview
Sorry, preview is currently unavailable. You can download the paper by clicking the button above.
Anissa Hijab