Papers by Roisatul Ainiyah

E3S web of conferences, 2023
Carica (Carica pubescens Lenne & K. Koch.) contains various nutrients such as vitamins, minerals,... more Carica (Carica pubescens Lenne & K. Koch.) contains various nutrients such as vitamins, minerals, and active substances that can be used for skin care, and to bath soap products. The purpose of this research was to determine the inhibition of Carica soap to the growth of Staphylococcus epidermidis bacteria. The method used in this study was agar diffusion. Samples in this research were 12 Carica soaps with different formulation, and a control using papaya soap that has been circulating on the market. The results of the study were analyzed using ANOVA with a confidence interval of 5 %. The results showed that the significance value was 0.472 > 0.05 so there was no significant difference between the soap formulations on the inhibition zone of the S. epidermidis bacteria. The highest inhibitory zone is in soap with formula 1 (1.38 cm), the lowest inhibitory zone is in soap with formula 7 (1.1 cm), while the papaya soap inhibition zone (positive control) is 1.7 cm. Suggestion from this research is to reformulate Carica soap to improve its quality.

Agrikultura
Hama utama yang menyerang tanaman kopi adalah Hypothenemus hampei Ferr. Keberadaan hama ini menja... more Hama utama yang menyerang tanaman kopi adalah Hypothenemus hampei Ferr. Keberadaan hama ini menjadi salah satu faktor penyebab rendahnya produksi kopi. Pengendalian yang umum dilakukan adalah menggunakan insektisida sintetik yang dapat berdampak buruk bagi lingkungan. Semnetara itu, tanaman kecubung gunung (Brugmansia Suaveolens) dan mahoni (Swietenia macrophylla) mengandung metabolit sekunder yang memiliki potensi sebagai bahan insektisida nabati. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan fitokimia dan efektivitas insektisida nabati kombinasi daun B. suaveolens dan daun S. macrophylla dalam mengendalikan H. hampei. Penelitian dilakukan selama November 2021 sampai Januari 2022 di Laboratorium Fakultas Pertanian Universitas Yudharta Pasuruan dan Laboratorium Biologi ITSNU Pasuruan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima formulasi perbandingan daun B. suaveolens dan S. macrophylla, yaitu F1 (500 g : 0 g), F2 (350 g : 150 g), F3 (250 g : ...

Edubiotik : Jurnal Pendidikan, Biologi dan Terapan
The Sapen Nusantara Conservation forest park is agroforestry that has certain vegetation. The veg... more The Sapen Nusantara Conservation forest park is agroforestry that has certain vegetation. The vegetation in Sapen Nusantara Protected forest park seems to support the existence of birds as wildlife that need a living habitat. The existence of bird species in Sapen Nusantara Protected forest park is very important in supporting agroforestry vegetation. However, until now the diversity of bird species there has not been identified and recorded properly. The forest is one of the buffer forests of Mount Arjuno protection forest, so the ecosystem must be maintained. This study aims to analyze the diversity of bird species in the agroforest forest area in Sapen Nusantara Conservation forest park, Ledug Village, Pasuruan. The research was conducted in July 2021 using the direct observation method (point count) on ecotourism routes by calculating and recording the trails traversed using GPS, sampling by observing walking along the path/road accompanied by predetermined observation points, i...

E3S Web of Conferences
Carica (Carica pubescens Lenne & K. Koch.) contains various nutrients such as vitamins, minerals,... more Carica (Carica pubescens Lenne & K. Koch.) contains various nutrients such as vitamins, minerals, and active substances that can be used for skin care, and to bath soap products. The purpose of this research was to determine the inhibition of Carica soap to the growth of Staphylococcus epidermidis bacteria. The method used in this study was agar diffusion. Samples in this research were 12 Carica soaps with different formulation, and a control using papaya soap that has been circulating on the market. The results of the study were analyzed using ANOVA with a confidence interval of 5 %. The results showed that the significance value was 0.472 > 0.05 so there was no significant difference between the soap formulations on the inhibition zone of the S. epidermidis bacteria. The highest inhibitory zone is in soap with formula 1 (1.38 cm), the lowest inhibitory zone is in soap with formula 7 (1.1 cm), while the papaya soap inhibition zone (positive control) is 1.7 cm. Suggestion from th...

Borneo Journal of Biology Education (BJBE)
AbstrakKeberadaan serangga dapat dijadikan sebagai indikator keseimbangan ekosistem. Spesies sera... more AbstrakKeberadaan serangga dapat dijadikan sebagai indikator keseimbangan ekosistem. Spesies serangga diurnal dan nokturnal juga terdapat di Hutan Sapen. Hal ini dikarenakan serangga tersebut mendapatkan persediaan makanan dan lingkungan yang mendukung untuk hidup. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengukur keanekaragaman, dan kemerataan serangga diurnal dan nokturnal pada Hutan Taman Kehati Sapen Nusantara. Pengumpulan spesimen dapat dilakukan secara teknik jelajah, yaitu terjun langsung ke lapangan dalam pengamatan dan pengambilan sampel. Sampel yang diambil dalam penelitian ini yaitu serangga yang aktif pada pagi sampai sore (serangga diurnal), dan serangga yang aktif pada malam hari (serangga nokturnal). Metode yang digunakan dalam pengamatan dan pengkoleksian serangga yaitu teknik tangkap langsung (direct sweeping) dan teknik jebakan (Trapping). Analisis data melalui identifikasi sampel, indeks Keanekaragamn (H’) dan Indeks Kemerataan (E). Hasil penelitian total temuan ...

Desa Karangrejo merupakan desa yang sedang berkembang dengan lokasi berada di Kecamatan Purwosari... more Desa Karangrejo merupakan desa yang sedang berkembang dengan lokasi berada di Kecamatan Purwosari Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Untuk mempercepat pertumbuhan dan perkembangannya, dibutuhkan dukungan sistem teknologi dan informasi sebagai upaya mengenalkan potensi lokal desa kepada masyarakat umum. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan digitalisasi desa. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengembangkan desa digital sebagai upaya mengangkat potensi lokal desa Karangrejo. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini meliputi observasi, wawancara, FGD, dan dokumentasi. Data yang diperoleh digunakan sebagai dasar membuat situs web desa yang berisi informasi profil desa, kependudukan, potensi desa (potensi wisata, UMKM & produk unggulan, pangan lokal), pelayanan publik, berita, dan informasi kontak. Potensi wisata desa Karangrejo meliputi kolam renang Arsmaper79, Wisata Air Sumber keling, BUMDES Mavendra, dan Perkebunan Melon. Produk unggulan desa berupa hasil ...

Abstrak: Buah Karika memiliki persebaran habitat yang sempit, hanya mampu tumbuh di daerah pegunu... more Abstrak: Buah Karika memiliki persebaran habitat yang sempit, hanya mampu tumbuh di daerah pegunungan dengan suhu rendah. Buah ini mampu tumbuh dengan baik di Tengger, sehingga sangat sesuai untuk dibudidayakan di Tosari. Keinginan warga untuk bisa mengolah Karika menjadi produk olahan pangan bernilai ekonomi sangat tinggi, dengan tujuan untuk meningkatkan value added. Salah satunya adalah Komunitas Baladaun Mertasari yaitu kelompok masyarakat yang melakukan pengolahan buah karikadan merupakan mitra dalam Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini. Baladaun biasanya mengolah buah karika menjadi manisan karika dalam sirup. Banyak kendala yang dihadapi Baladaun dalam mengolah karika, yaitu, dalam proses produksi, ijin produksi, pemasaran, pendidikan, lingkungan, pertanian, dan sosial. PKM ini dilakukan dalam rangka pengembangan produk olahan buah karika baik berupa olahan pangan maupun non pangan. Tujuan dari PKM ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mitra dalam melak...

AGROMIX, 2020
Soap is a mixture of sodium compounds with fatty acids that are used as a body cleansing agent, i... more Soap is a mixture of sodium compounds with fatty acids that are used as a body cleansing agent, in the form of solid, foam, with or without other additives and does not cause irritation to the skin. To improve quality, bath soap can be given additional ingredients that contain vitamins and various nutrients needed by the skin such as the addition of extracts of karika fruit (Carica pubescens). The purpose of this research is to find out the right formulation in making karika soap. This research used an experimental method with randomized block design (RCBD), consisting of two factorial variations in the concentration of karika juice (0%, 100%, 80%, 60%) and variations in the concentration of NaOH (30%, 35%, and 40% ) so that 12 treatments were obtained each with 3 replications. The process of making soap uses the hot process method. Soap quality analysis is carried out by comparing the results of chemical tests for karika soap with SNI 06-3532-1994 (SNI for solid bath soap), foam st...

Identifikasi Variasi Genetik Kerbau (Bubalus bubalis) Lokal Lumajang Berbasis Mikrosatelit untuk Pengembangan Panduan Kerja Laboratorium pada Matakuliah Teknik Analisis Biologi Molekuler
ABSTRAK Ainiyah, Roisatul. 2014. Identifikasi Variasi Genetik Kerbau (Bubalus bubalis) Lokal Luma... more ABSTRAK Ainiyah, Roisatul. 2014. Identifikasi Variasi Genetik Kerbau (Bubalus bubalis) Lokal Lumajang Berbasis Mikrosatelit untuk Pengembangan Panduan Kerja Laboratorium pada Matakuliah Teknik Analisis Biologi Molekuler. Tesis. Program Studi Pendidikan Biologi, Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. agr. Moh. Amin, S.Pd, M.Si, (II) Dr. Umie Lestari, M.Si Kata kunci: Variasi Genetik, Mikrosatelit, Panduan Kerja Laboratorium. Kerbau (Bubalus bubalis) pada beberapa daerah mengalami penurunan jumlah populasi, tetapi pada beberapa daerah lain kerbau mengalami peningkatan jumlah populasi. Sebagai salah satu sumber daya alam Indonesia, kerbau harus dijaga agar jumlah populasinya tidak semakin menurun dan dijaga kelestariannya, terlebih kelestarian plasma nutfahnya. Salah satu daerah di Indonesia yang potensial untuk perkembangan kerbau adalah Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Tetapi adanya seleksi negatif dan inbreeading dikhawatirkan dapat mempengaruhi kualitas ke...

Agromix, 2017
Penelitian keanekaragaman tumbuhan bawah dilakukan di Hutan Lindung Blok Sapen Kecamatan Prigen, ... more Penelitian keanekaragaman tumbuhan bawah dilakukan di Hutan Lindung Blok Sapen Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis tegakan terhadap komposisi dan keanekaragaman tumbuhan bawah di Hutan Sapen. Terdapat tiga stasiun pengambilan sampel berdasarkan jenis tegakan yang ada, yaitu stasiun 1 (dibawah tegakan mahoni), stasiun 2 (dibawah tegakan pinus), dan stasiun 3 (tanpa tegakan). Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan metode line transect. Dalam setiap stasiun pengamatan terdapat 70 plot pengamatan seluas 2x2 m 2 sepanjang jalur line transect. Jumlah total spesies yang ditemukan di tiga stasiun pengamatan adalah 137 spesies dari 43 famili. Keanekaragaman tumbuhan bawah di hutan Blok Sapen bedasarkan indeks keanekaragaman (H') tertinggi ada pada stasiun 1 (3,6518), kemudian stasiun 3 (tanpa tegakan) (3,54775), dan stasiun 2 (2,988). Struktur dan komposisi tumbuhan bawah Berdasarkan INP, pada stasiun 1 lima urutan teratas tumbuhan bawah yang mendominasi adalah Paspalum conjugatum, Athyrium sp, Pasphalum commersonii, Centrocema pubescens, dan Adiantum sp. Pada stasiun 2 adalah Pasphalum commersonii, Imperata cylindrica, Centrocema pubescens, Pennisetum purpureum, dan Axonopus enapositus, dan pada stasiun 3 adalah Desmodium triflorum, Imperata cylindrica, Axonopus sp, Juwawutan, dan Mimosa pudica. Jenis tegakan yang berbeda mempengaruhi iklim mikro yang berbeda pada lantai hutan, menyebabkan kondisi lingkungan (pH, suhu, kelembapan tanah, kelembapan udara, dan intensitas cahaya) berbeda. Selain itu zat alelopati dan kecepatan dekomposisi serasah, juga berperan serta dalam menentukan komposisi dan keanekaragaman tumbuhan bawah. Kata kunci : Hutan Sapen, jenis tegakan, komposisi dan keanekaragaman tumbuhan bawah.

Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif Materi Gymnospermae di Kelas X SMA Negeri I Jombang
Skripsi Jurusan Biologi Fakultas Mipa Um, Nov 15, 2011
ABSRAK Ainiyah, Roisatul. 2011. Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif Materi Gymnospermae ... more ABSRAK Ainiyah, Roisatul. 2011. Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif Materi Gymnospermae di Kelas X SMA Negeri 1 Jombang. Skripsi, Jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. H. Istamar Syamsuri, M.Pd. (II) Balqis, S.Pd, M.Si. Kata Kunci: Pengembangan Media Pembelajaran, Media Pembelajaran Interaktif, Gymnospermae Proses belajar mengajar hakikatnya adalah proses komunikasi, yaitu proses penyampaian pesan dari saluran/sumber pesan melalui media tertentu kepada penerima pesan. Proses belajar mengajar merupakan tahap terpenting dalam kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditentukan. Kegiatan pembelajaran harus dirancang sedemikian rupa sehingga proses belajar dapat berjalan optimal. Dalam perancangan kegiatan pembelajaran seorang guru perlu menerapkan metode pembelajaran yang tidak terlepas dari media pembelajaran. Pengadaan media pembelajaran dapat dilakukan dengan berbagai cara, misalnya dengan bantuan komputer. Komputer membantu mengoptimalkan kegiatan pembelajaran dengan cara memvisualisasikan objek yang sulit diamati secara langsung. Komputer memiliki kemampuan multimedia, yaitu kemampuan memadukan prinsip audio dan visual secara bersamaan dalam satu sistem. Dengan kemampuan ini komputer dimanfaatkan untuk mengembangkan media pembelajaran interaktif. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru biologi kelas X SMA Negeri I Jombang menunjukkan bahwa beberapa materi mata pelajaran biologi sulit untuk disampaikan kepada siswa termasuk materi gymnospermae. Hal ini dikarenakan sulit menemukan tumbuhan yang tergolong gymnospermae karena termasuk tumbuhan langka, proses reproduksinya lama dan sulit diamati secara langsung. Dari uraian diatas pengembang mencoba melakukan penelitian pengembangan dengan tujuan mengembangkan media pembelajaran interaktif materi gymnospermae di kelas X SMA Negeri I Jombang. Penelitian ini tergolong penelitian pengembangan yang dikembangkan dengan model prosedural yang didasarkan pada tahapan pengembangan media pembelajaran oleh Sadiman (2008) dengan langkah-langkah: (1) analisis Kebutuhan dan karakteristik siswa; (2) merumuskan tujuan instruksional dengan operasional dan khas; (3) merumuskan butir-butir materi secara terperinci yang mendukung tercapainya tujuan; (4) mengembangkan alat evaluasi; (5) menulis naskah media; dan (6) mengadakan tes dan revisi. Hasil pengembangan media pembelajaran interaktif ini secara keseluruhan memenuhi kriteria valid dengan prosentase penilaian validator ahli media 97,06%, validator ahli materi 100%, dan hasil uji coba produk 94,55%. Sedangkan berdasarkan analisis data hasil pretes dan postes dengan uji t menunjukkan nilai signifikansi 0.00 < 0.05 yang berarti media interaktif ini efektif digunakan dalam kegiatan pembelajaran. Media pembelajaran interktif ini dapat digunakan oleh siswa untuk belajar secara individual, mampu meningkatkan motivasi dan perhatian siswa, hemat waktu, dan sebagai media pembelajaran alternatif ketika kegiatan pembelajaran yang semestinya tidak dapat dilakukan. Tetapi media interaktif ini juga memiliki kekurangan, seperti hanya bisa diterapakan di sekolah yang memiliki laboraturium komputer atau ruang multimedia yang memadai dan memungkinkan siswa tidak melakukan pengamatan terhadap tumbuhan yang tergolong gymnospermae secara langsung (pembelajaran kontekstual yang seharusnya dilakukan). Adapun saran yang diajukan dari pengembangan media interaktif ini adalah hendaknya media ini hanya digunakan sebagai media alternatif ketika kegiatan pembelajaran yang semestinya tidak dapat dilakukan, kegiatan validasi dilakukan kepada lebih dari satu ahli, uji coba produk dapat dilakukan dengan skala yang besar, dapat menggunakan observer, dilakukan sekaligus bersamaan dengan penerapannya dalam kegiatan pembelajaran dipadukan dengan sintak metode pembelajaran tertentu, dan pretes dan postes dalam media pembelajaran interaktif tidak hanya digunakan untuk mengukur efektivitas media tetapi juga digunakan untuk menilai hasil belajar kognitif siswa.

Identifikasi Variasi Genetik Kerbau (Bubalus bubalis) Lokal Lumajang Berbasis Mikrosatelit untuk Pengembangan Panduan Kerja Laboratorium pada Matakuliah Teknik Analisis Biologi Molekuler
Disertasi Dan Tesis Program Pascasarjana Um, Jul 22, 2014
ABSTRAK Ainiyah, Roisatul. 2014. Identifikasi Variasi Genetik Kerbau (Bubalus bubalis) Lokal Luma... more ABSTRAK Ainiyah, Roisatul. 2014. Identifikasi Variasi Genetik Kerbau (Bubalus bubalis) Lokal Lumajang Berbasis Mikrosatelit untuk Pengembangan Panduan Kerja Laboratorium pada Matakuliah Teknik Analisis Biologi Molekuler. Tesis. Program Studi Pendidikan Biologi, Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. agr. Moh. Amin, S.Pd, M.Si, (II) Dr. Umie Lestari, M.Si Kata kunci: Variasi Genetik, Mikrosatelit, Panduan Kerja Laboratorium. Kerbau (Bubalus bubalis) pada beberapa daerah mengalami penurunan jumlah populasi, tetapi pada beberapa daerah lain kerbau mengalami peningkatan jumlah populasi. Sebagai salah satu sumber daya alam Indonesia, kerbau harus dijaga agar jumlah populasinya tidak semakin menurun dan dijaga kelestariannya, terlebih kelestarian plasma nutfahnya. Salah satu daerah di Indonesia yang potensial untuk perkembangan kerbau adalah Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Tetapi adanya seleksi negatif dan inbreeading dikhawatirkan dapat mempengaruhi kualitas kerbau dan plasma nutfah kerbau yang ada. Oleh karena itu perlu adanya upaya pelestarian kerbau yang dapat dilakukan dengan identifikasi variasi genetik untuk mengetahui keragaman variasi genetik pada kerbau lokal lumajang, salah satu penanda genetik yang dapat digunakan adalah mikrosatelit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan variasi fenotip dan genetik kerbau lokal Lumajang berbasis mikrosatelit dan hasil penelitian ini dikembangkan untuk menyusun panduan kerja laboratorium pada matakuliah Teknik Analisis Biologi Molekuler (TABM.) Penelitian ini terdiri dari dua tahap. Penelitian Tahap I dilakukan dengan dua pendekatan, yaitu pendekatan morfologi untuk mengambil data berupa pengamatan dan pengukuran fenotip kerbau (meliputi bentuk tubuh, panjang kepala, panjang leher, warna kulit tubuh, warna mata, panjang ekor, bentuk tanduk, lingkar badan, arah tanduk, tinggi badan, dan panjang tubuh total), serta pengambilan sampel darah kerbau, dan pendekatan molekuler yang dilakukan di laboratorium yang dilaksanakan untuk analisis DNA, meliputi kegiatan isolasi DNA, elektroforesis agarosa, PCR, dan elektroforesis poliakrilamid menggunakan dua macam primer, yaitu INRA-23, dan INRA-32. Penelitian tahap 2 adalah mengembangkan bahan ajar berupa panduan kerja laboratorium pada matakuliah TABM berdasarkan pada hasil penelitian tahap 1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat variasi fenotip pada kerbau lokal Lumajang antara populasi 1 (kerbau dari dusun Sumberwuluh) dengan populasi 2 (kebau dari dusun Kemamang). Dari pengamatan fenotip, perbedaan kerbau populasi 1 dan populasi 2 terdapat pada warna tubuh dan ukuran tubuh. Warna tubuh kerbau populasi 1 didominasi oleh warna keabu-abuan, lebih tepatnya coklat keabu-abuan. Warna tubuh kerbau populasi 2 didominasi oleh abu-abu gelap. Untuk ukuran, kerbau populasi 1 memiliki ukuran tubuh lebih kecil dibandingkan dengan kerbau populasi 2. Hasil analisis DNA menunjukkan adanya variasi genotip (genetik) pada kerbau populasi 1 dan kerbau populasi 2. Dilihat dari frekuensi alel, keragaman genetik populasi 2 lebih tinggi (4 alel) dibanding populasi 1 (3 alel) pada lokus INRA-23, sedangkan pada lokus INRA-32 kergaman genetik populasi 1 lebih tinggi (3 alel) dari pada populasi 2 (2 alel). dilihat dari tingkat heterozigositas, kerbau populasi 2 lebih heterozigot (62,5%) dibandingkan dengan kerbau populasi 1 (50%). Tingkat polimorfisme lokus INRA-23 (0,53%) lebih tinggi dibandingkan dengan INRA-32 (0,47%). Dari sini dapat dikatakan bahwa lokus INRA-23 lebih informatif dibanding lokus INRA-32. Hasil penelitian dikembangkan ke penelitian tahap II, yaitu pengembangan panduan kerja laboratorium pada matakuliah TABM di Universitas Negeri Malang. Hal ini sebagai salah satu bentuk penyebarluasan teknik dan hasil penelitian tahap 1 dalam bidang pendidikan. Hasil validasi ahli media sebesar 97,6% , ahli materi 87%, dan uji coba sebesar 83,3% menunjukkan bahwa panduan kerja laboratorium yang dikembangkan ini memenuhi kriteria sangat baik. Kesimpulan yang dapat diambil dari hasil penelitian ini adalah: 1) terdapat perbedaan ciri fenotip pada populasi 1 dan populasi 2 kerbau lokal Lumajang yaitu pada aspek pengamatan bentuk tubuh, warna tubuh, dan ukuran tubuh; 2) terdapat perbedaan variasi genetik pada kedua populasi kerbau, dilihat dari frekuensi alel, heterozigositas, dan Polymorphism Information Content (PIC); dan 3) hasil penelitian identifikasi variasi genetik berbasis mikrosatelit telah dikembangkan menjadi bahan ajar dalam bentuk panduan kerja laboratorium pada matakuliah Teknik Analisis Biologi Molekuler. Saran yang diperoleh dari penelitian ini meliputi Panduan kerja laboratorium dapat di kembangkan pada semua materi perkuliaha, memberikan SOP pada setiap alat di laboratorium, penyusunan kebiajakan-kebijakan oleh lembaga terkait berdasarkan pada hasil penelitian ini yang berkaitan dengan pemeliharaan kerbau, uji coba produk hasil pengembangan dapat dilakukan pada skala yang lebih, dan…
TEKNOLOGI PANGAN: Media Informasi dan Komunikasi Ilmiah Teknologi Pertanian, 2018
Pasuruan regency, known as a place for processing fishery products, such as fish crackers, fish c... more Pasuruan regency, known as a place for processing fishery products, such as fish crackers, fish chips, fish pets, salted fish, smoked fish, shrimp paste, and others. Shrimp paste has high economic value, Tambaklekok Villagers whose livelihoods as fishermen reach 45% of the total population, and there are only 5 (five) heads of households who have business making shrimp paste. This indicates that Tambaklekok area has potential for the development of shrimp paste making business.
Uploads
Papers by Roisatul Ainiyah