Papers by Maharani Yulisti
Adopsi Dan Difusi Teknologi Teknologi Perikanan Budidaya Dan Perikanan Tangkap
Balai Besar Penelitian Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan (BBPSEKP), 2008
Panduan Pengumpulan Data Dan Perhitungan Nilai Tukar Rumah Tangga Perikanan

Efisiensi teknis digunakan untuk mengukur seberapa besar input yang digunakan untuk menghasilkan ... more Efisiensi teknis digunakan untuk mengukur seberapa besar input yang digunakan untuk menghasilkan sejumlah output tertentu dalam penerapan Sertifikasi Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB). CBIB dalam budidaya perikanan dibutuhkan untuk meningkatkan daya saing produk komoditas ekspor Indonesia. Pengukuran efisiensi teknis dilakukan dengan pendekatan slack-Based Data Envelopment Analysis (DEA) untuk mengetahui input apa saja yang harus diperhatikan untuk meningkatkan efisiensi usaha budidaya. Penelitian bertujuan untuk membandingkan efisiensi teknis antara tambak CBIB dan non CBIB, determinan yang mempengaruhi penerapan CBIB dan efisiensi, serta efek kontrafaktual penerapan CBIB. Data yang digunakan adalah data primer melalui survey secara purposive sampling terhadap 48 petambak udang ber-CBIB dan 109 petambak udang non-CBIB. Penelitian ini menggunakan dua analisis, yaitu slack-based DEA untuk menghitung efisiensi teknis kedua kelompok CBIB dan non-CBIB, serta endogenous switching regre...

Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan, 2021
Sertifikasi Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB) dalam budidaya perikanan dibutuhkan untuk meningk... more Sertifikasi Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB) dalam budidaya perikanan dibutuhkan untuk meningkatkan daya saing produk komoditas ekspor. Pengukuran efisiensi teknis dengan pendekatan slack-Based DEA diperlukan untuk mengetahui input apa saja yang harus diperhatikan untuk meningkatkan efisiensi usaha budidaya. Tujuan penelitian ini adalah untuk membandingkan efisiensi teknis antara tambak CBIB dan non CBIB, determinan yang mempengaruhi penerapan CBIB dan efisiensi, serta efek kontrafaktual penerapan CBIB. Penelitian ini menggunakan dua analisis, yaitu slack-based DEA untuk menghitung efisiensi teknis kedua kelompok CBIB dan non-CBIB, serta endogenous switching regression untuk mengestimasi determinan serta efek kontrafaktual dari penerapan CBIB. Hasil analisis menunjukkan bahwa tambak CBIB memiliki efisiensi lebih tinggi dibandingkan non-CBIB. Tambak CBIB memiliki efisiensi teknis lebih tinggi dalam penggunaan beberapa input produksi seperti benih, pakan, BBM dan tenaga kerja. Sela...

Jurnal Kebijakan Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan, 2012
Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi kebijakan peningkatan produksi perikanan tahun 2011. Lo... more Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi kebijakan peningkatan produksi perikanan tahun 2011. Lokasi penelitian dilakukan di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Data yang dikumpulkan adalah data primer dan sekunder. Analisis data dilakukan secara deskriptif berdasarkan perhitungan kecenderungan produksi perikanan budidaya nasional/wilayah, analisis proyeksi produksi (forecasting) perikanan budidaya di Indonesia dan analisis Strength Weakness Opportunity Threat (SWOT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa target produksi yang telah dicanangkan yaitu sebesar 353% pada prinsipnya masih cukup relevan dan sangat optimis untuk tercapai. Hasil forecasting yang telah dilakukan menghasilkan nilai sebesar 335% dan tidak terlalu jauh dengan nilai yang ditargetkan. Proyeksi patin menunjukkan peningkatan produksi sampai tahun 2014 sebesar 253%, menunjukkan antara target produksi dan realisasi sangat jauh perbedaannya. Proyeksi produksi...

Competency of fishing boat crew from Indonesia in the framework of standards of training, certification, and watchkeeping for fishing vessel personnel 1995 (STCW-F 1995)
IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 2021
Fishing boat crews worked on foreign fishing vessels to obtain competency standards to be interna... more Fishing boat crews worked on foreign fishing vessels to obtain competency standards to be internationally qualified human resources. Currently, Indonesia has a limited number of certified fishing boat crews that are internationally recognized. Hence, the Indonesian government has ratified Training, Certification, and Watchkeeping for fishing vessel personnel (STCW-F 1995) to make Indonesian fishing boat crews compete globally. This research aims to examine government policy in creating strategies to improve the ability of Indonesian fishing boat crews by education and training to be able to work on foreign fishing vessels. This research employs the juridical empirical method with a case study approach, and it is then analyzed descriptively. The results show that: 1) there were overlapping regulations on guidelines for fishing boat crews on foreign vessels; 2) sectoral egocentrism towards the implementation authority on education and training for fishing boat crews. Therefore, the government needs to formulate a legal guideline to be referred by all parties. This legal guideline may lead the highest Indonesian authority to take political steps on assigning the Ministry of Marine Affairs and Fisheries as the authorized institution to carry out education and training for fishing boat crews.
Alignment between Governance Structures and Food Safety Standards on the Shrimp Supply Chain in Indonesia
World Academy of Science, Engineering and Technology, International Journal of Economics and Management Engineering, 2018

Kearifan Lokal dalam Mendukung Kelestarian Sumberdaya, Peningkatan Produksi dan Pendapatan
Devolusi pengelolaan sumberdaya perikanan dan kelautan telah menjadi diskursus global, yaitu suat... more Devolusi pengelolaan sumberdaya perikanan dan kelautan telah menjadi diskursus global, yaitu suatu upaya untuk memberikan kesempatan dan hak bagi masyarakat untuk turut serta dalam upaya pengelolaan sumber dayanya. Diskursus ini muncul sebagai respon dari berbagai masalah yang muncul dari berbagai masalah ynag muncul dalam pengelolaan sumber daya alam secara sentralistik. Kementerian kelautan dan Perikanan (KKP) sebenarnaya telah mengakomodir dan mengintegrasikan semangat devolusi ini ke dalam tata peraturan perundangan. Hal ini nampak tertuang dalam UU No. 27 Tahun 2007 atau UU PWP3K (Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil) dan juga UU No.31 Tahun 2004 tentang Perikanan yang memberikan kesempatan kepada masyarakat nelayan untuk ikut terlibat dalam proses pengelolaan sumberdaya perikanan dan kelautan. Hal terpenting lainnya adalah telah adanya itikad baik pemerintah cq KKP untuk mengakui dan menjamin keberlangsungan sistem-sistem pengelolaan sumber daya perikanan dan kela...
DAMPAK PENERAPAN TEKNOLOGI BUDIDAYA PATIN MELALUI PROGRAM IPTEKMAS TERHADAP KINERJA USAHA (Studi kasus DI SAPTA MITRA PANTURA (SIMPAN), JAWA TENGAH))

Enhancing food safety is important for Indonesia that has had its fisheries products refused entr... more Enhancing food safety is important for Indonesia that has had its fisheries products refused entry into global markets. Aquaculture production in the country has been on the increase, and with it comes the risk of biological and chemical hazards from aquaculture practices. There is an increase in the demand for food safety standards (FSS) in the global market. However, implementing FSS is not easy for small-scale producers since it comes with high costs and complex requirements. The Indonesian government has adopted various policy reforms and domestic support measures, such as the development of public certification, to encourage the uptake of FSS by small-scale producers. This study analysed the impact of adopting FSS on the welfare of small-scale fisheries producers in Indonesia with four main objectives: 1) to explore the governance structure in the shrimp supply chain and its relationship with the FSS; 2) to investigate the determinants of the adoption of public certification-in this case, the Indonesian Good Aquaculture Practices (IndoGAP)-and the impact of adoption on shrimp farm performance as measured by shrimp yield, fish yield, total revenue, variable costs, and net profit; 3) to analyse the determinants of market channel choice and its impact on shrimp farm performance; and 4) to determine the effects of adopting the IndoGAP certification on the technical efficiency of shrimp farming households. Chapter 2 examines two types of FSS where small-scale farmers are involved: (1) the public food safety management system (FSMS) and (2) the private FSMS. The implementation of public FSMS depends on actor-to-actor interactions, whereas private FSMS, in our case the Organic Standard, is based on formal contracts in the whole chain (chain-wide). The fragmented types of public FSS and certification, and different enforcements for each actor, generate different forms of coordination in the supply chain. The market form involves the relationships between farmers and feed agents, farmers and instrument shops, farmers and wholesalers, and wholesalers and processing plants. The captive form involves relationships between farmers and collectors, and farmers and wholesalers. The relational form involves relationships between farmers and hatchery units, and collectors and local markets. The diverse forms of governance structure in the public FSMS and certification require high investments and create high level of coordination and adaptation problems as well as high PAGE | vi are needed to support technology upgrading and innovation to be readily transferred to shrimp farmers.

The impact of good aquaculture methods (CBIB) certification on shrimp pond in Pinrang regency, South Sulawesi
IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 2021
Pinrang Regency has 15,675 hectares of pond which is predominantly shrimp pond. The Ministry of M... more Pinrang Regency has 15,675 hectares of pond which is predominantly shrimp pond. The Ministry of Marine Affairs and Fisheries (KKP) in collaboration with Pinrang Government continues to encourage shrimp cultivation through the application of sustainable aquaculture management principles, including good fish farming methods (CBIB). Since its implementation in 2007, Pinrang has only reached 227 CBIB certificates according to Directorate General of Aquaculture (DJPB) data in 2019. The low number of CBIB certifications in Pinrang has prompted research to examine the impact of CBIB certification on fisheries business performance, such as; production, costs, and profits. The research objective was to assess the impact of product certification implementation on shrimp farming activities in Pinrang. The research was conducted in May - July 2020, the sampling locations were in the districts of Lanrisang, Mattiro Sompe, and Duampanua. A total of 160 respondents consisting of 100 CBIB certified respondents and 60 non-certified respondents. Data were analyzed using the endogenous switching regression (ESR) model. The results show that the application of CBIB has a positive impact on the performance of shrimp farming. Shrimp production will decrease if CBIB farmers do not apply CBIB (counterfactual), and vice versa, if non-CBIB farmers apply CBIB certification, their production will increase (counterfactual). The results of the falsification test on the ESR model on extension agents (frequency of assistance by aquaculture extension) have a positive effect on shrimp farmer participation, so it is recommended to strengthen the aquaculture extension assistance process to accelerate the achievement of CBIB certification in Pinrang.

Socio-economic determinants of preserved fish consumption in Java Island: SUSENAS data analysis 2019
IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 2021
Java Island is the center of economic growth with the highest population density in Indonesia but... more Java Island is the center of economic growth with the highest population density in Indonesia but has the lowest fish consumption compared to other islands. Preserved fish is a diversification product with longer shelf-life and broader affordability; hence, promotion of preserved fish products may increase fish consumption in Java. This study aims to determine the consumption patterns and socio-economic factors that impact consumption of preserved fish products in Java. National socio-economic survey (Susenas) 2019 was the data source for this research to be analyzed by the Probit model. The results show that consumption of preserved fish in Java was 2.51 kgs/capita/year, and West Java Province was the highest consumption of preserved fish. Probit model indicates that consumption of preserved fish in West Java has a positive correlation with family size, marital status, subsidy recipient households and residents of West Java Province. Education level, urban areas, primary income as a fishermen, upper class and residents of DKI Jakarta province have negative correlations with consumption of preserved fish in Java. The analysis also shows that the overall probit model can accurately predict 62.70% consumption of preserved fish in Java. Therefore, preserved fish is still considered as an inferior good where a high level of education and economic status reduce the possibility of consuming preserved fish. Consumption of preserved fish in Java island can be increased through innovation and promotion of fish products so that the perception of preserved fish as inferior products can be changed.

Competitiveness analysis of Indonesian seaweeds in global market
IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 2021
Comparative advantage is an indicator of competitive level of a country in global market. Indones... more Comparative advantage is an indicator of competitive level of a country in global market. Indonesia has an abundant seaweed production that has been exported to international market. This study aims to estimate the competitiveness of Indonesian seaweed in global market. This study employs secondary data from UN Comtrade, BPS, and fisheries statistics of Indonesia. Data were analyzed by Revealed Comparative Advantage (RCA) to examine index of competitiveness, export product dynamics (EPD) to describe potential market destination in global market. The findings indicate that competitiveness of Indonesian seaweeds was mostly strong in some destination countries in global market. Furthermore, Indonesian seaweeds had the best benefit (rising star) in global market and also acquired falling star, lost opportunity and retreat market shares. Some destination countries were potential to be developed and some were optimistic. Therefore, Indonesia needs to strengthen collaboration with some countries that have a potential market on seaweed products including China, Japan, Rep of Korea and Singapore. Furthermore, Indonesia needs to expand export market to some African countries since Indonesia had only few market destinations in Indonesia.

Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan, 2019
Standar keamanan pangan di Indonesia telah diusulkan untuk menghadapi tantangan pasar ikan global... more Standar keamanan pangan di Indonesia telah diusulkan untuk menghadapi tantangan pasar ikan global seperti peningkatan produksi budidaya dan perjanjian perdagangan bebas. Namun, manfaat sertifikasi keamanan pangan bagi pembudidaya ikan sering diperdebatkan. Dampaknya sangat kontekstual, yang sebenarnya sangat relevan dengan sektor perikanan skala kecil yang memiliki tingkat keragaman agro ekologi dan kondisi sosial ekonomi. Ini tidak selalu dipertimbangkan dalam penelitian sebelumnya. Oleh karena itu, kajian ini menganalisis dampak adopsi organic standard terhadap produktivitas petambak udang dengan mengambil studi kasus di Kabupaten Sidoarjo. Analisis yang digunakan untuk mengetahui faktor penentu adopsi menggunakan model probit; sedangkan untuk mengukur dampak terhadap outcome budidaya udang digunakan model endogenous switching regression. Hasil analisis probit menunjukkan bahwa standar organik tampaknya lebih banyak diterapkan pada pembudidaya yang memiliki pekerjaan di luar tamba...

Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan, 2017
Penelitian ini dilaksanakan tahun 2007 dengan tujuan memberikan gambaran pola pembagian kerja dan... more Penelitian ini dilaksanakan tahun 2007 dengan tujuan memberikan gambaran pola pembagian kerja dan kontribusi gender terhadap pendapatan rumah tangga serta strategi pemberdayaan gender dalam rangka menopang peningkatan pendapatan rumah tangga nelayan. Metode pendekatan secara kualitatif dalam bentuk studi kasus digunakan dalam penelitian ini. Metode analisis yang digunakan adalah metode analisis deskriptif. Hasil penelitian menggambarkan bahwa pola pembagian kerja dan curahan waktu dalam aktivitas produktif pada rumah tangga nelayan di desa Batanjung Kabupaten Kapuas didominasi oleh perempuan. Sementara laki-laki umumnya terlibat sebagai tenaga pembantu saja. Pola pembagian kerja pada aktivitas produktif lebih didominasi oleh laki-laki. Namun demikian, istri juga terlibat dalam aktivitas penangkapan di perairan umum (rawa dan sungai) yang lokasinya dekat dengan pemukiman mereka. Istri nelayan memiliki kontribusi yang cukup besar dan memegang peranan penting dalam ekonomi rumah tangga...
Panduan Pengumpulan Data Dan Perhitungan Nilai Tukar Rumah Tangga Perikanan

Efisiensi teknis digunakan untuk mengukur seberapa besar input yang digunakan untuk menghasilkan ... more Efisiensi teknis digunakan untuk mengukur seberapa besar input yang digunakan untuk menghasilkan sejumlah output tertentu dalam penerapan Sertifikasi Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB). CBIB dalam budidaya perikanan dibutuhkan untuk meningkatkan daya saing produk komoditas ekspor Indonesia. Pengukuran efisiensi teknis dilakukan dengan pendekatan slack-Based Data Envelopment Analysis (DEA) untuk mengetahui input apa saja yang harus diperhatikan untuk meningkatkan efisiensi usaha budidaya. Penelitian bertujuan untuk membandingkan efisiensi teknis antara tambak CBIB dan non CBIB, determinan yang mempengaruhi penerapan CBIB dan efisiensi, serta efek kontrafaktual penerapan CBIB. Data yang digunakan adalah data primer melalui survey secara purposive sampling terhadap 48 petambak udang ber-CBIB dan 109 petambak udang non-CBIB. Penelitian ini menggunakan dua analisis, yaitu slack-based DEA untuk menghitung efisiensi teknis kedua kelompok CBIB dan non-CBIB, serta endogenous switching regre...

Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan, 2021
Sertifikasi Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB) dalam budidaya perikanan dibutuhkan untuk meningk... more Sertifikasi Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB) dalam budidaya perikanan dibutuhkan untuk meningkatkan daya saing produk komoditas ekspor. Pengukuran efisiensi teknis dengan pendekatan slack-Based DEA diperlukan untuk mengetahui input apa saja yang harus diperhatikan untuk meningkatkan efisiensi usaha budidaya. Tujuan penelitian ini adalah untuk membandingkan efisiensi teknis antara tambak CBIB dan non CBIB, determinan yang mempengaruhi penerapan CBIB dan efisiensi, serta efek kontrafaktual penerapan CBIB. Penelitian ini menggunakan dua analisis, yaitu slack-based DEA untuk menghitung efisiensi teknis kedua kelompok CBIB dan non-CBIB, serta endogenous switching regression untuk mengestimasi determinan serta efek kontrafaktual dari penerapan CBIB. Hasil analisis menunjukkan bahwa tambak CBIB memiliki efisiensi lebih tinggi dibandingkan non-CBIB. Tambak CBIB memiliki efisiensi teknis lebih tinggi dalam penggunaan beberapa input produksi seperti benih, pakan, BBM dan tenaga kerja. Sela...

Jurnal Kebijakan Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan, 2012
Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi kebijakan peningkatan produksi perikanan tahun 2011. Lo... more Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi kebijakan peningkatan produksi perikanan tahun 2011. Lokasi penelitian dilakukan di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Data yang dikumpulkan adalah data primer dan sekunder. Analisis data dilakukan secara deskriptif berdasarkan perhitungan kecenderungan produksi perikanan budidaya nasional/wilayah, analisis proyeksi produksi (forecasting) perikanan budidaya di Indonesia dan analisis Strength Weakness Opportunity Threat (SWOT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa target produksi yang telah dicanangkan yaitu sebesar 353% pada prinsipnya masih cukup relevan dan sangat optimis untuk tercapai. Hasil forecasting yang telah dilakukan menghasilkan nilai sebesar 335% dan tidak terlalu jauh dengan nilai yang ditargetkan. Proyeksi patin menunjukkan peningkatan produksi sampai tahun 2014 sebesar 253%, menunjukkan antara target produksi dan realisasi sangat jauh perbedaannya. Proyeksi produksi...

Competency of fishing boat crew from Indonesia in the framework of standards of training, certification, and watchkeeping for fishing vessel personnel 1995 (STCW-F 1995)
IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 2021
Fishing boat crews worked on foreign fishing vessels to obtain competency standards to be interna... more Fishing boat crews worked on foreign fishing vessels to obtain competency standards to be internationally qualified human resources. Currently, Indonesia has a limited number of certified fishing boat crews that are internationally recognized. Hence, the Indonesian government has ratified Training, Certification, and Watchkeeping for fishing vessel personnel (STCW-F 1995) to make Indonesian fishing boat crews compete globally. This research aims to examine government policy in creating strategies to improve the ability of Indonesian fishing boat crews by education and training to be able to work on foreign fishing vessels. This research employs the juridical empirical method with a case study approach, and it is then analyzed descriptively. The results show that: 1) there were overlapping regulations on guidelines for fishing boat crews on foreign vessels; 2) sectoral egocentrism towards the implementation authority on education and training for fishing boat crews. Therefore, the government needs to formulate a legal guideline to be referred by all parties. This legal guideline may lead the highest Indonesian authority to take political steps on assigning the Ministry of Marine Affairs and Fisheries as the authorized institution to carry out education and training for fishing boat crews.
Uploads
Papers by Maharani Yulisti