1

MENGENAL PENYAKIT CAMPAK DAN CARA PENCEGAHANNYA

Ditulis 2026-03-31 17:29:34

SEMARANG - Campak merupakan salah satu penyakit menular yang disebabkan oleh virus dan sering menyerang anak-anak, meskipun orang dewasa juga dapat terinfeksi. Penyakit ini mudah menyebar melalui percikan air liur saat penderita batuk atau bersin, sehingga penularannya sangat cepat terutama di lingkungan dengan kepadatan tinggi.

Gejala campak biasanya diawali dengan demam tinggi, batuk, pilek, dan mata merah. Setelah beberapa hari, muncul ruam kemerahan yang dimulai dari wajah dan kemudian menyebar ke seluruh tubuh. Selain itu, penderita juga dapat mengalami lemas, nafsu makan menurun, serta iritasi pada mata.

Meskipun sering dianggap sebagai penyakit biasa, campak dapat menimbulkan komplikasi serius, terutama pada anak-anak dengan daya tahan tubuh rendah. Komplikasi yang dapat terjadi antara lain pneumonia, diare berat, infeksi telinga, hingga peradangan otak (ensefalitis) yang berpotensi mengancam jiwa.

Pencegahan campak yang paling efektif adalah melalui imunisasi. Vaksin campak, yang umumnya diberikan dalam bentuk vaksin MR atau MMR, mampu memberikan perlindungan yang optimal jika diberikan sesuai jadwal. Selain itu, menjaga kebersihan diri, seperti mencuci tangan secara rutin dan menerapkan etika batuk, juga dapat membantu mengurangi risiko penularan.

Apabila seseorang terinfeksi campak, penanganan yang dilakukan bersifat suportif, seperti istirahat yang cukup, konsumsi cairan yang adekuat, serta pemberian obat penurun demam sesuai anjuran tenaga kesehatan. Penting juga untuk mengisolasi penderita sementara waktu guna mencegah penularan kepada orang lain.

Kesadaran masyarakat terhadap pentingnya imunisasi dan pola hidup bersih menjadi kunci utama dalam menekan penyebaran campak. Dengan langkah pencegahan yang tepat, penyakit ini dapat dikendalikan dan risiko komplikasi dapat diminimalkan.

Statistik Pengunjung

Dinas Kesehatan Kota Semarang

Jl. Pandanaran No 79 Semarang
Telp. (024) 8415269 - 8318070

Copyright Dinas Kesehatan Kota Semarang 2018